Closed Circuit Television (CCTV)

Closed Circuit Television (CCTV)

CCTV kini telah menjadi tulang punggung system keamanan pada gedung dan bangunan. Bila dahulu kita hanya mengandalkan Satuan Pengamanan (SATPAM) dan Security Personnel maka sekarang kita lebih sering memakai DEVICE. Device atau Alat terkenal tidak pernah mengeluh, bekerja 24jam dan tidak menuntut gaji atau bayaran bulanan.

Alarm dan detektor menjadi tulang punggung keamanan. Dahulu kita mengenal smoke detektor, motion detector, fire detector, voice alarm dan intrusion alarm. Kini semua alat itu telah digantikan CCTV. Hanya dengan satu alat Kita dapat memonitor segala sesuatu yang terjadi dalam sebuah ruangan. Mulai kebakaran, Tindak Pencurian atau perampokan atau apapun kejadian dalam wilayah pengawasan CCTV.

System CCTV mempunyai beberapa elemen penting yang harus ada.

 

CCTV-Cam

Pertama adalah Camera CCTV. Kamera ini berfungsi untuk menangkap gambar dan trigger sensor. Fungsi menangkap gambar memang telah kita ketahui. Bagaimana CCTV menjadi sensor. Camera membagi wilayah tangkapan gambarnya menjadi beberapa wilayah. Bila terjadi perubahan gambar pada wilayah tertentu maka akan mentrigger kamera menyalakan motion alarm. Beberapa kamera terbaru bahkan mempunyai fitur face detection. Dengan fitur ini, wajah seseorang yang pernah ditangkap kamera dan ditandai akan menyalakan alarm bila tertangkap kembali. Misal seseorang pernah dicurigai mencuri, Kita bisa menandai wajahnya di System CCTV Kita, dan akan menyalakan alarm bila Dia tertangkap kembali di system tersebut.

Kedua adalah Cabling atau System Pengkabelan. Dahulu CCTV analog hanya memakai kabel coaxial untuk lokasi setempat dengan maksimal jarak 100 meter atau 300 meter dengan memakai Balun CCTV. Dewasa ini dengan Teknologi IP CCTV Kita dapat memantau CCTV bahkan yang berjarak ribuan kilometer. Teknologi IP CCTV ini memakai kabel UTP dan STP baik Cat5 atau Cat6. Sedang power supply CCTV dapat disuplai dari switch hub POE (power over ethernet). Bahkan dewasa ini, telah dipakai kabel optik (optical fibre), sehingga antar kamera bisa terkoneksi dengan jarak sampai 10 kilometer.

Ketiga adalah DVR atau NVR. Digital Video Recorder dipakai untuk CCTV analog dengan kabel Coaxial. DVR juga berfungsi sebagai streaming server layaknya IP CCTV tapi hanya 1 camera setiap waktu. Network Video Recorder berfungsi merekam IP Camera. Inputnya RJ-45 dari system ethernet IP Camera. NVR tetap diperlukan terutama pada kelas enterprise dengan 32 Camera atau lebih. Bila hanya mengandalkan software recorder, dengan memakai PC intel core i7, Ram 32GB, dan recording dengan resolusi CIF, maka sebelum 48jam PC akan Hang.

 

 

CCTV-Software

Keempat adalah Software. Software berfungsi sebagai controller, viewer dan recorder. Software diinstal pada komputer server. Biasanya memakai komputer rakitan, mengingat PC ini menuntut performa 24 layaknya server namun dengan VGA Card yang mumpuni. Sedang PC server built-up biasanya hanya processing server atau storage server saja.

Kelima adalah Controller. Controller ada 2 macam, yaitu jog-dial untuk NVR dan joystick untuk Camera. Jog Dial berfungsi untuk membuka file dari NVR, bisa direwind, fast forward atau record. Hampir seperti fungsi remote DVD. Sedang Joystick berfungsi untuk mengontrol Camera PTZ (pan-tilt-zoom), Camera Single Face PT (pan-tilt), dan Camera Box (Zoom only).

 

 

CCTV-Controller
Keenam adalah Display. Display memakai TV LCD atau PC Monitor. Display dikoneksikan ke NVR atau ke PC software. Inputnya kebanyakan VGA atau HDMI. Dengan adanya display, maka akan dapat dilihat apa saja yang terlihat oleh kamera.

Ketujuh adalah Accesories. Aksesoris ini berupa hanger, vandal-resistant, weather-proof, water-proof dan encoder decoder. Beberapa merek menyediakan encoder, dimana encoder ini akan merubah Camera analog menjadi IP Camera dengan memberi IP server ke masing-masing Kamera. Inputnya 1 sampai 64 BNC atau RCA dan outpunya 1 RJ-45. Dari RJ-45 ini keluar 64 IP H.264 stream. Bila DVR hanya 1 H.264 stream saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s