TV Komunitas Televisi

Penyiaran (Broadcasting) telah menjadi media utama dalam berkomunikasi dan promosi dewasa ini. Ketika media Cetak yang statis dirasa tidak lagi mencukupi, media Elektronik yang lebih dinamis serta interaktif akan menjadi solusi terbaik. Spanduk, Baliho dan bahkan Iklan Koran menjadi barang lama yang kurang diminati. Dewasa ini semua rumah punya Televisi atau Radio, meskipun rumah tersebut tidak berlangganan koran. Siaran Televisi dan Radio telah menjadi kebutuhan untuk promosi dan komunikasi dari semua lembaga. Mulai Departemen, Pemda, Sekolah, Universitas, Koperasi, Organisasi Keagamaan dan Lembaga-lembaga lainnya. Di Sekolah dan Universitas Media TV dan Radio bahkan sudah diajarkan sebagai Pelajaran Formal. Media TV dan Radio bukan lagi hobi, tetapi menjadi pelajaran dengan jurusan dan bidang study tersendiri.

Di Lembaga Pendidikan, Televisi dan Radio menjadi sarana pembelajaran dan praktek dari teori-teori yang telah diajarkan. Selain itu dapat menjadi sarana promosi Sekolah, Madrasah atau Universitas tersebut, yang berujung pada bertambahnya murid atau mahasiswa baru. Di level Daerah, Televisi dan Radio dijadikan sarana sosialisasi program Pemda. Atau juga untuk Kampanye kandidat saat Pilkada. Dan terbukti, calon yang mempunyai TV atau Radio sendiri mempunyai kemungkinan menang 60% lebih.

Nuavi Broadcast berdiri sejak tahun 2000 di Surabaya. Kami telah berpengalaman membantu banyak lembaga penyiaran, dari Aceh sampai Papua dan dari Natuna sampai Timor Leste. Mulai TVRI, TV swasta, TV Pemda, TV lokal sampai dengan TV Sekolah dan Universitas. Selain itu juga RRI, Radio Lokal dan Radio Sekolah dan Universitas. Kami menyediakan alat Pemancar baik untuk Terestrial (siaran Bumi), OB Van dan Studio Link, ataupun siaran Satelit. Selain juga Peralatan studio dan Instalasinya.

Televisi Sekolah

Televisi Sekolah, Pesantren, Madrasah atau Universitas digunakan terutama sebagai sarana Pembelajaran untuk Siswa atau Mahasiswa Jurusan Komunikasi, Desain Komunikasi Visual, Elektro atau Broadcast. Sebagai perangkat pembelajaran, tentunya TV sekolah mempunyai perangkat studio yang lengkap namun dengan spesifikasi peralatan yang lebih sederhana dan murah.

Siaran TV Sekolah bisa merelay materi dari TV Edukasi (TVE) atau Student Music Television (SMTV), serta bisa juga materi hasil syuting dan editing dari Para Siswa Sendiri. TV Sekolah dirancang dengan Kamera yang cukup banyak, Switcher untuk Live Broadcast dan perangkat komputer editing untuk mengedit hasil syuting non Linear (non Live). Pemancar TV Sekolah berkekuatan 50 atau 100watt saja, dengan daya pancar maksimal 5 kilometer jari-jari pada tower setinggi 30meter. Frequensi yang dipakai bisa UHF atau VHF sesuai dengan regulasi daerah yang bersangkutan.

TV sekolah selain untuk Pembelajaran, juga sebagai sarana Promosi Sekolah tersebut. Karena sebagai salah satu fasilitas, TV sekolah akan menjadikan daya tarik untuk pendaftaran murid baru. Pengalaman membuktikan bahwa pada tahun ajaran baru, jumlah Siswa baru selalu meningkat setelah pemasangan TV Sekolah. Dan bahkan pada beberapa kasus peningkatannya bisa mencapai lebih dari 200% dari tahun sebelumnya.

Televisi Publik

Televisi Publik atau Public Adressed TV (PA TV) adalah siaran TV yang dipancarkan didalam lingkungan sendiri saja. Contohnya di dalam Mall, di Pusat Perbelanjaan, di Toko-toko, di Pasar, di Perumahan atau di Pabrik. PATV adalah pengembangan dari PA Audio. Dimana bila PA audio hanya sebatas audio saja, PA TV sudah berikut tayangan gambarnya. Dan bila PA audio masih memakai media kabel yang ruwet, PA TV sudah memakai teknologi nirkabel yang jauh lebih gampang instalasinya.

Materi siaran PA TV adalah panggilan untuk pegawai, tentant atau pengunjung dan pengumuman event atau promosi tertentu. Selain itu juga siaran hiburan dan musik sebagai selingan dari DVD atau Parabola. PA TV juga bisa dihubungkan dengan CCTV yang sudah ada. Perangkat siarnya lebih sederhana, hanya 1 kamera, switcher, DVD player dan penangkap siaran parabola atau TV kabel. Pemancarnya bisa berkekuatan 50 atau 100watt yang sanggup menjangkau daerah sampai dengan 5 kilometer. Sedang monitor adalah pesawat TV biasa, yang dipunyai tenant di Pusat Pertokoan, rumah tangga di Perumahan dan Pedagang pedagang di Pasar.

TV Komunitas

Televisi Komunitas adalah TV dengan siaran yang spesifik sesuai dengan kebutuhan komunitas ditempat tersebut. Seperti TV dengan siaran tentang gaya hidup di sebuah perumahan, atau TV yang menyiarkan siaran agama Islam dari sebuah Masjid serta TV yang menyiarkan tentang siaran agama Kristen dari sebuah Gereja.

TV Komunitas mempunyai beberapa Kamera (minimal 3 unit), Mixer untuk Live Broadcast dan perangkat komputer editing untuk mengedit hasil syuting non Linear (non Live) serta penangkap parabola atau TV kabel. Pemancar TV Komunitas berkekuatan 50 atau 100watt saja, dengan radius pancar maksimal 5 kilometer pada tower setinggi 30meter.

Televisi Berkanal

Televisi Berkanal atau Channelled Television adalah Siaran TV dengan beberapa Kanal dari Satu Stasiun. Televisi berkanal adalah pengembangan dari system televisi kabel berbayar. Pemancar TV ini di-encoder (pengacak) dahulu, sehingga tanpa decoder, pesawat televisi penerima hanya bisa menerima siaran yang masih teracak. Untuk mendapatkan encoder penerima ditarik iuran. Televisi ini cocok sekali untuk daerah yang belum terjangkau siaran TV nasional.

Materi siaran bisa hasil relay parabola dari TV nasional atau TV luar negeri. TV ini bisa mempunyai 32 kanal yang dapat menyiarkan siaran yang berbeda-beda. TV berkanal tidak mempunyai studio. Hanya pemancar saja yang berkekuatan hingga 500watt per kanalnya. Jarak jangkaunya sampai dengan 10 kilometer radius dari titik pusat tower.

TV Lokal

TV lokal adalah TV yang memancarkan siarannya untuk Kabupaten atau Kotamadya tertentu. Materi siarannya biasanya program-program yang serupa dengan TV nasional, yang tentunya disesuaikan dengan kebudayaan daerah setempat.

TV ini mempunyai fasilitas studio yang lengkap, mulai kamera standard broadcast, mixer sampai dengan pemancar yang minimal 500watt. Jarak jangkau pemancar ini sampai dengan 10 kilometer radius dari titik pusat tower. Untuk menjangkau radius yang lebih luas, dapat ditempatkan pemancar dibeberapa titik yang dihubungkan dengan microwave link. Dengan cara ini bisa didapatkan area coverage yang luas dengan biaya yang lebih murah daripada membeli pemancar dengan kekuatan yang lebih besar di satu titik saja.

Televisi lokal ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana kampanye untuk kandidat bupati dan wabup atau walikota dan wawali. Nantinya juga bisa dikonversikan sebagai televisi khusus pemda setempat. Juga sebagai CSR suatu Perusahaan yang biasanya ditempatkan pada daerah yang belum terjangkau siaran TV nasional.

TV lokal juga dapat dimanfaatkan sebagai TV komersial yang free air yang dapat menayangkan iklan komersial atau TVC. Di setiap daerah biasanya tersedia hingga slot 21 channel yang dapat dimanfaatkan sebagai slot siar TV Lokal. Untuk TV lokal komersial harus mempunyai perijinan yang lengkap. Mulai ijin pemakaian channel dari Balai Monitoring Radio, Sertifikasi Pemancar dari Dinas Postel sampai ijin Siaran Publik Komersial dari Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI.
Pada dasarnya TV Komunitas adalah dimiliki dan digunakan untuk masyarakat sekitarnya. Maka akhirnya TV komunitas berfungsi sebagai TV Dakwah, TV komunikasi, TV pengumuman dan tentunya pula TV pendidikan. Yang paling tidak boleh dilupakan adalah TV komunitas TIDAK BOLEH MENAYANGKAN IKLAN!


Ciri khas / Karakteristik Lembaga Penyiaran Komunitas (Televisi atau Radio Komunitas) di Indonesia, sesuai undang undang pokok penyiaran, tentang radio dan TV Komunitas:
1. Berbentuk Badan Hukum di Indonesia  – Bisa Koperasi atau Yayasan
2. Didirikan oleh Komunitas tertentu  – Bisa Sekolah, Organisasi Keagamaan, Organisasi Kemasyarakatan atau Organisasi Nirlaba.
3. Daya Pemancar Rendah  maksimum 500watt
4. Daya Jangkauan Terbatas maksimum 10Km Radius
5. Melayani Kepentingan Komunitasnya  – Isi siaran hanya musik dan acara-acara yg dibutuhkan komunitas tersebut
6. Bertujuan tidak mencari Laba atau Keuntungan  – Tidak diperbolehkan menayangkan Iklan Spot
7. Bertujuan Mendidik dan Memajukan Masyarakat sekitarnya dalam Mencapai Kesejahteraan
8. Program Acara meliputi Budaya, Pendidikan dan Informasi
9. Tidak Menyiarkan Acara yang Menjurus Pornografi, Melanggar Norma dan Etika, atau Berbau Sentimen SARA (suku, agama, ras)
10. Non Partisan  – tidak terafiliasi dengan partai politik tertentu
11. Berdiri terutama atas Kontribusi Komunitas tersebut, tetapi dapat memperoleh sumber pembiayaan minor dari Sumbangan, Hibah, Sponsor dan Sumber Laiinya yang tidak mengikat.

Petunjuk Pelaksanaan / Juklak / Peraturan Teknis Sistem Penyiaran Televisi atau Radio Komunitas:
1. Dalam Satu Wilayah diperbolehkan adanya Lebih dari Satu Siaran Komunitas pada Frekuensi yang Sama namun tetap tidak bersinggungan
2. Diperbolehkan menggunakan Kanal utama pada wilayah tersebut apabila masih kosong dan diharuskan menggunakan Kanal sela apabila Kanal utama penuh
Penjelasan – Suatu wilayah (daerah ex karesidenan) mempunyai channel UHF antara 21 sampai 68 (48 channel). Channel (kanal) utama yang dipakai suatu daerah akan digunakan sebagai Kanal ( frekwensi ) komersial, dan Kanal sela (gap filler) dipakai kanal (frekuensi) komunitas. Bila Kanal utama Genap, Kanal sela Ganjil dan sebaliknya. Jadi TV komersial mendapat 24kanal (11 TV swasta nasional, 1 TVRI nasional, 2 TVRI daerah, dan 10 TV swasta lokal). Dan TV komunitas mendapat 24 kanal juga. Contoh : wilayah Semarang kanal TV utamanya GENAP dan wilayah Pati kanal utamanya GANJIL. Ini untuk mencegah persinggungan dan interferensi antar siaran TV didaerah tersebut.

Untuk Penyiaran Komersial persyaratannya adalah:
1. Berbentuk Perseroan Terbatas
2. Mempunyai Channel tersendiri  – dengan meminta jatah slot channel dari balai monitoring ( balmon )
3. Daya Pemancar minimal 50watt  – maksimal tidak dibatasi
4. Perangkat Pemancar harus  mempunyai sertifikasi  – dari departemen perhubungan atau departemen komunikasi dan informasi
5. Tidak Menyiarkan Acara yang Menjurus Pornografi, Melanggar Norma dan Etika, atau Berbau Sentimen SARA (suku, agama, ras)
6. Menerima pernyataan layak siaran komersial dari Komisi Penyiaran Indonesia – sesuai evaluasi dengar pendapat (EDP) dengan KPI dan KPID
7. Mendapatkan sumber pendapatan dari Iklan atau Pembayaran Pelanggan  –  iklan untuk stasiun TV free air dan dari pelanggan untuk tv kabel (cable tv / pay tv)

 
TV Komunitas Kabupaten

Seperti namanya, Televisi Komunitas Kabupaten (dulunya Televisi Khusus Pemerintah Daerah Kabupaten /  TVKPD Kabupaten ) diperuntukkan untuk melayani kebutuhan Masyarakat kabupaten akan siaran TV. Penyiaran TV ini bisa berisi informasi dari dinas dinas, pengumuman tentang perda atau aturan aturan baru, program olahraga di kabupaten tersebut, kesenian dan budaya lokal, berita sehari hari ( daily news ) atau apapun tentang kabupaten itu. Selain itu tentunya siaran relay dari TV swasta nasional, TVRI atau Siaran Parabola dari TV asing dalam dan luar negeri.

Selain berita, siaran hiburan dan olahraga juga diperbolehkan. Asalkan tidak melanggar norma, etika dan SARA. Bila melanggar aturan ini, tentunya pemerintah pusat berhak menghentikan siaran stasiun TV tersebut.

Dalam suatu Kabupaten, diperkirakan jarak dari ujung ke ujung wilayahnya kurang lebih 30 – 40 kilometer. Atau kira 20 km radius dari titik tengah pusat kabupaten. Untuk mencakup seluruh kabupaten dibutuhkan Pemancar TV (UHF atau VHF) dengan kekuatan 20.000watt (20Kw). Pemancar dengan besaran tersebut belum dimungkinkan dibuat rakitan sehingga harus mendatangkan build up. Prakiraan harga untuk paket pemancar UHF 20Kw sekitar 10 milyar rupiah. Dan towernya sekitar 1,5 milyar utk tower 100 meter.

Agar lebih murah, pemancar rakitan tentu adalah solusi terbaik. Untuk Pemancar 500watt berikut tower 60meter diperlukan dana kurang lebih 250juta. Pemancar ini ditempatkan di masing masing kecamatan. Pemancar ini sanggup menjangkau sekitar sepuluh kilometer radius jari jari. Atau sekitar duapuluh kilometer garis tengah. Bila disetiap kabupaten ada 20 kecamatan. Maka diperlukan dana 250 x 20, adalah 5 milyar rupiah saja. Berhemat separuh dari dana untuk pemancar built up. Tentunya dengan jumlah pemancar yang lebih banyak, kegagalan siar disatu pemancar masih dapat disuplai dari pemancar didekatnya. Selain berhemat dana anggaran, lebih terjamin pula kelanggengan dan keberlangsungan siaran.

Bahkan, dimungkinkan menghemat lebih banyak bila kecamatan kecamatan yang ada jaraknya berdekatan. Kurang dari 20km misalnya, atau bahkan tidak lebih 10km. Ini bisa menghemat dana sampai seperempat atau sepertiga dana anggaran pemancar built up. Menghemat APBD dan APBN tentunya, yang pada akhirnya uang pajak rakyat bisa disalurkan ke kebutuhan hal lainnya.

Untuk distribusi penyaluran siaran maka digunakan studio to transmission lin (stl) gelombang mikro atau microwave link. Produksi siaran dilaksanakan pada studio di kabupaten. Hasil produksi kemudian diedit sehingga siap tayang. Olahan editing ini kemudian disalurkan melalui gelombang microwave ke semua kecamatan di lingkungan kabupaten tersebut.

 

 

 

Microwave link juga dapat dipakai untuk siaran OB Van (outdoor broadcasting Van). Liputan outdoor (luar ruang) dari OB Van, dikirimkan melalui microwave menuju ke studio indoor. Dan akhirnya didistribusikan kembali ke kecamatan kecamatan.

Satu pemikiran pada “TV Komunitas Televisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s